Kandangan – RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan bagi pasien, keluarga pasien, dan pengunjung melalui kegiatan Penyuluhan Poliklinik (Rawat Jalan) pada 17 September 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Tunggu Rawat Jalan Utama mulai pukul 09.30 hingga 11.30 WITA.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberian Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat di lingkungan rumah sakit, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan mengenai penggunaan obat yang tepat serta keamanan dalam menyimpan dan menggunakan obat.
Penyuluhan dimoderatori oleh Ernina Puspa Isnanda, SKM dan difasilitasi oleh Resty Purinawati, SKM. Selain itu, kegiatan turut menghadirkan mahasiswi Program Studi Apoteker Universitas Borneo Lestari Banjarmasin sebagai pengisi materi.
Kenali Kesalahan dalam Penggunaan Obat
Materi pertama membahas edukasi penggunaan obat, dengan fokus pada berbagai kesalahan yang masih sering dilakukan masyarakat saat mengonsumsi obat.
Peserta diajak mengenali lima kesalahan yang perlu dihindari, yaitu minum obat bersama teh atau kopi, menghentikan obat terlalu cepat, menggandakan dosis karena lupa, tidak membaca aturan pakai, serta menyimpan obat di tempat yang tidak sesuai. Materi juga menekankan pentingnya prinsip tepat obat, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat penyimpanan.
Penggunaan obat yang tepat penting untuk membantu obat bekerja sesuai tujuan terapi, mengurangi risiko efek samping, dan membuat proses pengobatan berjalan lebih optimal. Peserta juga diingatkan untuk menggunakan air putih saat minum obat, kecuali terdapat petunjuk khusus dari tenaga kesehatan.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan apakah obat dapat dikonsumsi bersama pisang. Peserta diberikan pemahaman bahwa makanan tertentu dapat berinteraksi dengan obat tertentu, sehingga penggunaan obat sebaiknya tetap mengikuti aturan pakai dan petunjuk tenaga kesehatan.
Jangan Samakan BUD dengan Tanggal Kedaluwarsa
Materi kedua membahas Beyond Use Date (BUD) atau batas waktu penggunaan obat setelah kemasan dibuka, obat diracik, direkonstitusi, atau dipindahkan ke wadah lain. Hal ini berbeda dengan Expired Date (ED), yang merupakan batas penggunaan obat ketika masih berada dalam kemasan asli dan belum dibuka.
Dalam penyuluhan, peserta diberikan contoh BUD pada berbagai bentuk sediaan obat, mulai dari sirup, obat racikan, salep dan krim, hingga tetes mata dan telinga. Khusus sediaan tetes mata dan telinga, materi menjelaskan bahwa sediaan steril rentan terhadap kontaminasi setelah kemasan dibuka dan dalam materi edukasi yang disampaikan diberikan batas maksimal 28 hari.
Peserta juga diingatkan untuk menuliskan tanggal pertama kali membuka kemasan, terutama pada obat cair dan tetes mata, sehingga lebih mudah mengetahui kapan obat harus dibuang.
Selain itu, peserta dikenalkan dengan tanda-tanda obat yang sudah mengalami kerusakan, seperti perubahan warna atau tekstur, perubahan bau dan rasa, kerusakan kemasan, hingga munculnya jamur.

Interaktif melalui Tanya Jawab dan Kuis
Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Peserta juga diberikan kuis untuk mengevaluasi pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.
Beberapa pertanyaan yang dibahas antara lain mengenai penggunaan obat bersama teh atau kopi, kebiasaan menghentikan antibiotik ketika kondisi mulai membaik, menggandakan dosis, hingga cara penyimpanan obat yang benar.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Secara umum, peserta mengikuti penyuluhan dengan baik dan menunjukkan pemahaman terhadap materi yang diberikan.
Pengembangan Edukasi melalui Media Televisi
Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, penyuluhan melalui media televisi di ruang tunggu direncanakan untuk dikembangkan. Media audiovisual diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pasien dan keluarga pasien yang sedang menunggu pelayanan di poliklinik.
Meski demikian, penyuluhan secara langsung tetap memiliki peran penting karena memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah, sehingga peserta dapat bertanya dan memperoleh penjelasan secara langsung dari tenaga kesehatan.
Melalui kegiatan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan berkomitmen untuk terus meningkatkan pengetahuan pasien, keluarga, dan pengunjung agar semakin bijak, aman, dan tepat dalam menggunakan obat.